Lagi BRI Pandeglang Didemo

detakbanten.com PANDEGLANG - Untuk yang ke-3 kalinya, kelompok Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) melakukan aksi unju krasa di depan kantor BRI Cabang Pandeglang, Senin (10/8). Seperti dua aksi sebelumnya mereka menuntut agar kasus dugaan pemotongan dana pensiun Veteran diusut oleh pihak yang berwenang.

Dalam orasinya kali ini, mereka menyebut dua nama oknum pegawai BRI yang berinisial DR dan S, yang diduga telah melakukan pemotongan dana pensiun Veteran tersebut.

Berdasarkan rilis yang dibagikan, mereka menyebutkan beberapa Peraturan dan Perundang- undangan terkait dengan Veteran, diantaranya UU RI nomor 11 tahun 1969 tentang Pensiun pegawai, PP No. 42 tahun 2014 tentang Perubahan Kesepuluh atas PP No. 34 tahun 1985 tentang Pemberian tunjangan veteran dan PP No. 79 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 15 tahun 2012 tentang Veteran dan PP No. 67 tahun 2014 tentang Pemberian tanda kehormatan, tunjangan veteran, tunjangan janda dan yatim piatu.

Arif Ekek, Ketua Kelompok P4 mengatakan bahwa sampai saat ini masih ada Veteran yang belum mengetahui berapa angka pasti dari tunjangan dan dana kehormatan yang harus diterima.

"Berdasarkan pengakuan mereka (Veteran) kepada kami, tiap bulan itu angkanya berubah- ubah, kadang segini kadang segitu", kata Ekek.

"Kenapa bisa begitu, bukankah pengelolaan dana seperti ini harus transparan? kami menilai ini bertentangan dengan aturan dan perundang- undangan", katanya lagi.

Berdasarkan pantauan DetakBanten.com jumlah pengunjukrasa kali ini terlihat lebih sedkit dari dua aksi sebelumnya, dalam dua aksi sebelumnya mereka datang dengan menggunakan mobil Pickup dan dilengkapi dengan Soundsystem, kali ini mereka datang dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan hanya dilengkapi dengan Speaker tangan.

Sementara itu dari pihak BRI, sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Menurut salahsatu Staff ketika DetakBanten.com hendak menemui pimpinan Bank tersebut, sedang berlangsung rapat pimpinan cabang.

"Pimpinan sedang rapat, jadi maaf aja ga bisa diganggu", katanya.

Go to top