Banten Masih Marak Transaksi Keuangan Mencurigakan

detaktangsel.com - JAKARTA, Pasca terkuaknya kasus suap pilkada Lebak dan kasus Alkes yang melibatkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (RAC) dan suami Walikota Tangsel, Tubagus Chaery Wardhana (TCW) sejumlah rekening pejabat Banten dan sekitarnya  dipantau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Berdasarkan laporan  PPATK 2013, pada Nopember 2013 terungkap ada 143 Laporan Keuangan Transaksi Mencurigakan (LKTM). Namun pada Desember mengalami penurunan hanya 96 LKTM.

Dalam laporan PPATK juga disebutkan, LKTM pada Propinsi Banten pada Desember 2012 sekitar 1023 LKTM dan hingga Desember 2013, artinya selama satu tahun  mengalami kenaikan yakni, 1863 LKTM. Artinya, dari tahun ke tahun ada peningkatan sekitar 2,1%.
Laporan itu juga mengungkap terkait Putusan Pengadilan Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Banten, mulai dari 2005-Desember 2013 sebanyak 3 putusan.

Sebelumnya, Ketua PPATK, Muhammad Yusuf menegaskan transaksi keuangan mencurigakan itu tidak hanya mencakup Ratu Atut. Namun juga seluruh keluarganya yang diduga terlibat pencucian uang. "Kami sudah menyerahkan LHA (Laporan Hasil Analisis) seluruh transaksi mencurigakan Ratu Atut dan pihak-pihak yang diperiksa KPK," ujarnya

Namun saying Yusuf tak bersedia mengungkap siapa saja keluarga Atut yang masuk dalam LHA itu. Saat ditanya apa itu ipar Ratu Atut, Airin Rahmy Diany masuk di dalamnya ? Yusuf hanya tertawa. "Pokoknya Ratu Atut dan pihak-pihak yang diperiksa," sambungnya.

LHA itu diberikan PPATK pada 25 September 2013. Artinya PPATK sebenarnya sudah lama mengendus adanya transaksi mencurigakan yang patut diduga sebagai pencucian uang. "Datanya sudah kami berikan sebelum yang bersangkutan (Ratu Atut) ditetapkan sebagai tersangka. Artinya kami punya inisiatif lebih dulu," jelasnya.     

Yusuf mengatakan dalam LHA Dinasti Atut yang sudah diserahkan ke KPK ada banyak transaksi mencurigakan dengan nilai puluhan hingga ratusan juta. "Kalau dijumlah semuanya ya miliaran. Tapi saya tidak ingat satu persatu nilainya," imbuhnya. **cea

Go to top